Total Tayangan Halaman

Minggu, 17 Desember 2017

Maintenance dan Troubleshooting Sistem dan Peralatan Mekanikal, Elektrikal dan Plambing pada Bangunan Gedung

Bangunan suatu gedung terdiri dari 3 komonen penting, yaitu struktur, arsitektur dan ME (Mekanikal & Elektrikal). Ketiganya satu sama lain saling terkait. Jika struktur mengedepankan kekuatan, arsitek lebih mengedepankan keindahan, maka ME (mekanikal & Elektrikal) lebih mengedepankan pada fungsi. Sekuat apapun bangunan dan seindah apapun bangunan, jika tidak ditunjang dengan sistem ME (mekanikal & elektrikal) maka bangunan tersebut tidak ada fungsinya.

Jadi sangat jelas antara ketiga komponen dalam suatu gedung yang saling terkait satu sama lain. Dengan demikian sistem mekanikal dan Elektrikal termasuk salah satu komponen yang sangat penting. Jadi intinya, suatu bangunan yang telah dirancang oleh para arsitek akhirnya harus dipakai, dihuni dan dinikmati. Untuk itu suatu gedung harus dilengkapi dengan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan gedung itu sendiri, seperti perkantoran, rumah sakit, bank, bandara dan lain-lain.

Pelatihan Maintenance dan Troubleshooting Sistem dan Peralatan Mekanikal, Elektrikal dan Plambing pada Bangunan Gedung diselenggarakan (JIS) Jakarta International School. Tanggal, 19 s/d 21 Desember 2017.


Pengajar :
Abdullah
Ir. Imam Halimi, M.Si
Dr. Ir. Warjito, M.Eng

Maintenance Management Excellence & FMEA

Failure Modes and Effects Analysis ( FMEA ) adalah teknik dalam engineering yang digunakan untuk menentukan, mengidentifikasi dan mengeliminasi hal – hal yang diketahui atau berpotensi menyebabkan kegagalan (failure), masalah (problem), kesalahan (error) dan lainnya. FMEA merupakan metode sistematik yang memberikan jawaban atas pertanyaan “Bagaimana suatu proses atau produk gagal ? Bagaimana pengaruhnya pada sistem jika kegagalan tersebut benar terjadi ? Tindakan apa yang diperlukan untuk mencegah kegagalan tersebut atau mengurangi akibatnya ?”
Pelatihan Maintenance Management Excellence & FMEA diselenggarakan P2M Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Tanggal, 12 s/d 14 Desember 2017. 

Pengajar :
Dr. Ir. Warjito, M.Eng
Dr. Ardiyansyah, ST., M.Eng

Sistem Instalasi dan Proteksi Jaringan Listrik

Listrik adalah sarana yang sangat vital pada Industri atau Gedung, Kesalahan dalam pemasangan suatu instalasi listrik dapat mengakibatkan kerugian baik harta maupun nyawa.

Sistem pengaman dari Instalasi listrik haruslah dirancang sedemikian rupa. Sehingga prinsip Instalasi listrik yaitu Keamanan, Keandalan dan kemudahan dapat terealisasi. 

Seseorang yang selalu berkerja pada Instalasi Listrik harus dibekali dengan pemahaman yang benar mengenai Prinsip dasar ini, sehingga segala aspek pengaman dari suatu instalasi baik dalam memilih, menuliskan spesifikasi teknis dan mensetting peralatan proteksi harus dikuasai oleh seorang Teknisi. 

Pelatihan Sistem Instalasi dan Proteksi Jaringan Listrik diselenggarakan P2M Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Tanggal, 12 - 14 Desember 2017. 

Pengajar :
Ir. A. Damar Aji, M.Kom
Ir. Agus R. Utomo, MT

Selasa, 05 Desember 2017

Electric Vehicle Design Course

Kendaraan listrik adalah kendaraan yang menggunakan satu atau lebih motor listrik atau motor traksi sebagai tenaga penggeraknya. Ada 3 macam kendaraan listrik yang sekarang ada di pasaran, yaitu mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari stasiun pengisian luar, mobil listrik yang mendapatkan tenaga dari listrik yang disimpan yang tenaga awalnya dari sumber luar, dan mobil listrik yang mendapatkan tenaga listriknya dari generator listrik, misalnya mesin pembakaran dalam (disebut juga kendaraan listrik hibrida), atau sel hidrogen.[1] Kendaraan listrik mencakup mobil listrik, kereta listrik, truk listrik, pesawat listrik, perahu listrik, skuter dan sepeda motor listrik, dan pesawat luar angkasa listrik.

Kendaraan listrik pertama kali muncul pada pertengahan abad ke-19, ketika listrik lebih dipilih sebagai tenaga penggerak pada kendaraan. Pada waktu itu, kendaraan listrik menawarkan kenyamanan yang lebih baik serta pengoperasian yang lebih mudah daripada mobil-mobil berbahan bakar bensin. Saat ini, mesin pembakaran dalam memang digunakan sebagai tenaga penggerak utama pada mobil tetapi tenaga listrik sendiri masih dominan pada kendaraan lainnya, misalnya kereta dan kendaraan kecil.

Pada tahun 2003, kendaraan listrik hibrida yang dijual massal pertama di dunia, Toyota Prius, diluncurkan. Pada tahun yang sama pula, perusahaan GoinGreen di London meluncurkan G-Wiz, mobil mini yang menjadi kendaraan listrik terlaris di dunia. Kendaraan listrik baterai pertama, Nissan Leaf, diluncurkan pada bulan Desember 2010.

Pelatihan Electric Vehicle Design Course diselenggarakan Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia - Depok. Tanggal, 5 s/d 11 Desember 2017.

Pengajar :
Dr. Ir. Feri Yusivar, M.Eng
Ghany Heryana, ST., MT
Dr. Ir. Aries Subiantoro, M.SEE
Purnomo Sidi Priambodo. Ph.D
F. Astha Ekadiyanto, ST., M.Sc
Dr. Ir. Bambang Priyono, MT
Ir. Chairul Hudaya, ST., M.Eng., Ph.D., IPM
Dr. Abdul Muis, ST., M.Eng

Jumat, 24 November 2017

Busur Listrik (SMAW) Lanjutan


Proses pengelasan SMAW (Shield Metal Arc Welding) yang juga  disebut Las Busur Listrik adalah proses pengelasan yang menggunakan panas untuk mencairkan material dasar atau logam induk dan elektroda (bahan pengisi). Panas tersebut dihasilkan oleh lompatan ion listrik yang terjadi antara katoda dan anoda (ujung elektroda dan permukaan plat yang akan dilas )
Panas yang dihasilkan dari lompatan ion listrik ini besarnya dapat mencapai 4000 derajat C sampai 4500 derajat C. Sumber tegangan yang digunakan pada pengelasan SMAW ini ada dua macam yaitu AC (Arus bolak balik) dan DC (Arus searah).
Proses terjadinya pengelasan ini karena adanya kontak antara ujung elektroda dan material dasar sehingga terjadi hubungan pendek, saat terjadi hubungan pendek tersebut tukang las (welder) harus menarik elektroda sehingga terbentuk busur listrik yaitu lompatan ion yang menimbulkan panas.

Panas akan mencairkan elektroda dan material dasar sehingga cairan elektrode dan cairan material dasar akan menyatu membentuk logam lasan (weld metal). Untuk menghasilkan busur yang baik dan konstan tukang las harus menjaga jarak ujung elektroda dan permukaan material dasar tetap sama. Adapun jarak yang paling baik adalah sama dengan 1,5 x diameter elektroda yang dipakai.

Pelatihan Busur Listrik (SMAW) Lanjutan diselenggarakan di Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik Universitas Indonesia - Depok. Tanggal, 27 s/d 30 November 2017.

Pengajar :
Ir. Muh. Amir

Kamis, 23 November 2017

Operasi dan Pemeliharaan Panel Listrik

Panel Listrik pada Instalasi listrik Industri dan Bangunan merupakan suatu wadah untuk menempatkan beberapa peralatan listrik seperti MCCB, MCB, Magnetic Contactor, Relay-relay, perangkat kontrol dan peralatan listrik lainnya. 

Secara umum terdapat banyak jenis panel yang digunakan oleh industri maupun bangunan antara lain panel instalasi penerangan, panel kontrol, panel daya dan panel-panel khusus lainnya.

Suatu tindakan tertentu secara berkala dapat dilakukan untuk menjaga agar panel-panel tetap dalam kondisi baik sehingga aman untuk dioperasikan, atau jika ada kemungkinan kerusakan dapat segera untuk diatasi sehingga tidak sampai berefek ke sistem lainnya yang dapat menimbulkan kebakaran.

Pelatihan Operasi dan Pemeliharaan Panel Listrik diselenggarakan di AETRA, Jl. Raya Kalimalang No.89, Jakarta Timur 13450 . Tanggal, 27 s/d 29 November 2017.

Pengajar :
Ir. Imam Halimi, Msi